Guess what... tahun ini aku resmi jadi perawan tua. Soalnya, tahun ini aku genap 36 tahun, dan itu tentu saja membuatku tidak termasuk muda lagi. Buktinya, segmen pembaca Femina (majalah untuk wanita muda itu..) adalah 25 sampai 35 tahun! Nah, kan.. mungkin kalau Cosmopolitan masih lebih welcome, secara dia mentarget sampe umur 40 lebih. Tapi aku kurang welcome sama Cosmo, soalnya Cosmo bikin perasaanku gak karuan... terutama waktu liat sepatu-sepatu wegdes yang caaaantik itu... dan tas-tas lucu dan keren.. dan baju-baju itu... lipstick.. dan parfum.. huaaaaaaaaaaa...... dan terutama pinggang-pinggang sempurna tanpa gumpalan lemak sebesar lengan. Hiks. Para Peratu tidak selalu makhluk-makhluk berwajah masam dengan punggung tegak yang selalu bersikap sempurna dalam segala keadaan kali.. Itu cuma ada di Agatha Christie. Bahkan Agatha Christie pun punya Miss Maple, Peratu yang soo sweeet... sangat manis, dengan mata biru cantik yang innocent. Tapi kalau kita berniat jadi Peratu, sebaiknya kita jangan terlalu cantik. Suer. Dan lebih-lebih, jangan terlalu sukses dalam karir (atau ilmu).. Kalaupun terpaksa kita sukses, dan cantik, dan apapun yang kata orang hebat (kaya, misalnya.. atau pintar), sebaiknya sembunyikan sebaik mungkin. Misalnya kita bisa menyimpan baju kumal 3 atau 4 potong just in case.. Jangan lupa pasang tampang semiserable mungkin. Tau, gak, untuk kaum Peratu, cantik, sukses, cerdas, semua itu adalah dosa besar!! Kalau kamu cantik, dan kamu masih perawan (atau tidak, yang jelas kamu gak punya suami, itu berarti kamu Terlalu Pilih-Pilih. Itu dosa besar! Apalagi kalau ada tambahan dosa kedua, kamu cerdas, dan gak punya suami, itu berarti kamu tidak mau mengalah, sok tahu, suka merendahkan laki-laki dan terlalu pilih-pilih. See? Inti pelajaran yang bisa aku ambil sebagai Peratu yang sudah berpengalaman seumur hidupnya mempelajari kaum Peratu lain, adalah.. kalau gak ada laki-laki yang mau jadi suamimu, turunkanlah standarmu. Misalnya, kalau kamu berharap menikah dengan saling mencintai, saling menyayangi, menghormati dan saling mengerti, dan di umur 30 an kamu masih tetap tidak kawin… Giirrlss.. sadarlah! Wake up! Turunkan standarmu. Sadar dirilah.. kamu bukan pribadi yang layak diperlakukan seperti itu. Kamu gak seberharga itu. Turunkan standarmu.. asal ada pria yang mau menjadikanmu isteri, terima saja. Itu sudah pujian yang luar biasa tingginya, bahwa ada pria yang bersedia memerintahmu dan menguasai dirimu dan hidupmu, dan mendapatkan pelayanan dan pengabdianmu seumur hidupmu, atau sampai dia bosanlah. Kalau kamu sudah menurunkan standarmu masih juga belum ada pria yang bersedia menerima pengabdianmu, rendahkanlah lagi dirimu. Kalau perlu, berubahlah jadi orang lain! Yes, girls! Berubahlah jadi orang lain.. misalnya contohlah saudaramu atau temanmu yang sudah laku, lalu tirulah tingkah lakunya. Menit demi menit. kalau perlu di catat!! Kalau kamu semula adalah pribadi yang kritis, berani membela kebenaran, berani menyatakan prinsip dan pendapat, lupakan semua itu!! Itu kualitas buruk bagi seorang peratu yang sedang cari suami. Oke, kamu boleh gitu kalau kamu wanita yang punya suami, karena kenyataan bahwa ada seorang pria yang menginginkanmu melegitimate statusmu sebagai wanita normal, warga negara kelas lumayan.. Apalagi kalau kamu punya anak, atau apalagi sedang hamil! Itu adalah keadaan yang sempurna. Kamu boleh saja bilang bulan itu matahari dan tidak akan ada yang menyuruhmu berubah, atau menyuruhmu mengaca dan intropeksi diri. Tapi jangan coba-coba mengeluarkan pendapat yang serambutpun berbeda dari orang lain, kalau kamu perawan tua. Itu dosa besaaaaaaaar! Ingat! kamu BUKAN ibu. kamu gak tahu rasanya jadi isteri orang, gak tahu susah payahnya mengurus rumah tangga.. kamu gak tahu pahit getirnya hidup. So, kamu gak punya hak suara. Sebagai peratu, kamu harus bersedia berubah, jadi orang lain!! Sembunyikan dirimu sedalam mungkin! Itu gak penting, you know…
Kalau kamu sudah berubah jadi orang lain, bersikap seperti orang lain (yang sudah laku, tentunya!), berkata-kata seperti orang lain, berpenampilan seperti orang lain, dan masih juga gak ada siapapun, (baca: siapapun!!!) yang mau berkorban dengan jadi suamimu, well.. apa boleh buat.. selamat datang di dunia yang berbeda..
Jangan harap mendengar materi yang pas di acara wanita gereja.. mereka cuma punya dua agenda: materi buat para ibu, dan para calon ibu. Jangan harap dilibatkan dalam pembicaraan rumah tangga. Jangan harap dianggap serius dalam pembicaraan perkembangan anak, meskipun kamu seorang psikolog anak lulusan universtas ternama di dunia. Oh ya, tapi ada beberapa hal yang bisa kita harapkan sebagai seorang peratu. Kita boleh, baca BOLEH, bersikap jahat dan masam pada siapapun.. terutama ibu-ibu muda yang tampak bahagia.. Mereka akan maklum. Oh ya, kita boleh tidak berbasa-basi pada siapapun. semua orang akan maklum. Kita juga boleh melihat tv sepanjang hari..atau tidur.. atau bermalas-malasan.. soalnya hal buruk yang akan kita terima cuma hal-hal yang sudah jadi makanan sehari-hari.. (yaitu dirasani dengan kata-kata: makanya, dia gak laku-laku.. mana ada orang laki yang suka dengan… dst..).
Oh ya, tentu saja masih ada alternative lain. Kalau kamu jagoan berakting, atau punya cita-cita dibidang itu, kamu bisa latihan. Caranya gampang.. pertama, kamu gak boleh kelihatan terlalu cantik, kedua kamu sama sekali gak boleh kelihatan berdandan.. ketiga, kamu harus kelihatan kerja sangat keras di rumah, misalnya ngepel lantai, masak, dsb… tiap hari kamu harus mondar-mandir dengan wajah sedih. Setiap ada kesempatan, sampaikan dengan panjang lebar betapa besarnya keinganmu untuk menikah dan membesarkan anak-anak.. Dengan cara itu mungkin kamu bisa survive di kalangan ibu-ibu. Dan bapak-bapak. Tapi mungkin juga tidak, karena mereka akan kuatir kamu merebut suaminya, meski hal ini sudah kita antisipasi dengan tampil seburuk mungkin.
biarpun peratu, masih tetep wardhani yang ku kenal 17 tahun lalu.... Tapi, ada kelebihan bagi peratu, gak perlu repot mikirin anak dan suami. Cukup pikirin diri sendiri aja... Disarankan untuk yang pengen married, pikir ulang dulu.. (karena perawan, tidak bisa diulang). hehe
ReplyDeletehahahahahahahahahahahahhahahahahhah!!! =)) Mungkin di dunia ini cuma kamu yang bisa baca blog ku itu dengan nada yang benar (yaitu nada agak-agak gila)!. Yang lain akan membacanya dengan nada sedih, atau nada nenek nyiyir. Ana bahkan gak mau ngomong sama aku lagi, katanya aku jadi sensitif karena gak kawin-kawin. =D! Ana, Triana kita itu. Aku juga gak nyangka dia bisa bilang gitu. Harusnya dia yang paling tahu jalan pikiranku. Huuuuuuuuuuuuuu! Payah.
ReplyDelete